Rabu, 22 April 2009

Liburan pertama bareng sahabat2 KUMANG ke Gunung Galunggung

K

UMANG adalah salah satu komunitas mahasiswa yang mewadahi aktifitas yang positif dan bermanfaat. Adapun kepanjangannya yaitu Kumpulan Mahasiswa suka NGaji, NGrumpi, NGhitut, Ngjreng (NGmusik), NGopi n NGebanyol. Komunitas ini tercipta karena adanya lima orang mahasiswa anak Kos yang slslu NGumpul sambil Ngaji artinya suka manfaatin waktunya dengan hal yang bermanfaat ‘n bersifat kreatif. Adapun para founding fathernya (personilnya) : Iqbal Sabarudin (selaku Pupuhu Rombongan n diakui sebagai Kaka ke-3), ada Wah-U (diakui sebagai Kaka pertama alias cikal), saya sendiri- Irham (slaku Kaka ke-2), Iduy alias Asep Yudi Solehudin (selaku kaka ke-4) n satu lagi Ibang alias Iqbal Hamba Izzati (selaku ci’Busngsu). Komunitas ini dibentuk pada pertengahan bulan Februari 2009 di Kosannya Kaka pertama dan yang menjadi Kreatornya adalah saya sendiri.

Selain shalat wajib berjama’ah dan Ngaji ‘n Kajian setiap abis shubuh, program lain diantaranya juga Tadabur Alam (Camping, Mendaki Gunung). Kegiatan2 tersebut Insyallah akan dilakukan secara istiqomah dan kontinyu.

Tepatnya pada tanggal 07 – 10 Maret 2009 lalu KUMANG telah bertadabur alam ke Gunung Galunggung di Tasikmalaya. Tapi sayang dalam kegiatan ini sibungsu tidak dapat ikut karena mesti pulang ke habitatnya di Purwakarta, sehingga kami hanya berangkat berempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka refreshing dan mengisi waktu libur yang bisa dibilang cukup panjang untuk liburan.

Perjalanan yang cukup melelahkan tapi sangat mengesankan. Sejak start perjalanan dari Bandung (dari kosan) kita sudah niatin buat papalidan (naik turun mobil). Sampai di Tasik tepatnya dirumah saya sekitar am 21.30. Sesampainya disana kita persiapan termasuk ngisi perut dulu alias makan. Akhirnya petualangan menuju Gunung Galunggung pun di mulai, tepatnya kita berangkat dari Indihiang rumah saya am 00.20 dini hari dan beralan kaki sambil papalidan (megat-megat mobil yang lewat). Perjalanan itu kami jalani dengan enoy ‘n gak ada beban. Tiada ku sangka ternyata diantara kami ada orang yang penakut, dia takut sama suasana gelap. Hal ini tentunya menjadi bahan eekan dan ketawaan yang lain. Tapi hal itu usteru menjadi penyempurna kegembiraan kami dalam peralanan. Ditengah kelelahan dan kepegalan kaki kami yang telah berjalan cukup panjang sekian meter kami istirahat di salahsatu masid yang kami temui diperjalanan, waktu kami mau foto-foto eh taunya ada mobil yang lewat akhirnya foto2nya ditunda dulu dan langsung nyegat mobil yang lewat dan kita ikut deh. Senangnya hati kami waktu itu, kegembiraan itu kami lampiaskan dengan foto2 waktu di Mobil. Eh taunya Cuma bentar kita naik mobil ntu coz mobilnya gak ke Cipanans Gunung Galunggung, akhirnya kami harus turun dan berjalan kaki lagi deh. Setelah peralanan cukup auh, kami kembali megat mobil puso (truk besr) yang lewat dan kami naik lagi deh. Kenangan ini salahsatu yang tidak akan kami lupakan, karena kayaknya kalau tidak waktu itu kita gak akan pernah sengaja naik mobil pusa. Gimana biasanya di puso itu kita poto-poto. Eh ternyata mobil ntu uga gak nyampe cipanas, tapi ya lumayan dari poada lumanyun, he!

Akhirnya peralanan mesti kami lanjutkan dengan jalan kaki lagi deh, lumayan jaraknya udah ag deket. Panjang cerita akhirnya kita sampe juga deh di Cipanas Gunung Galunggung tepatnya pada am 03.30. alangkah girangnya kami waktu itu, apalagi setelah keletihan dan kelelahan menghampiri kami, di depan mata kami telah disediakan kolam renang yang airnya panas (Cipanas). Tidak lama setelah beberapa menit kami beristirahat kami pun langsung terjun deh meluncur ke kolam ntu. Subhanallah wal hamdulillah deh pokoke.

Seneng banget, setelah kurang lebih setengah am kita berenang, kami siap-siao buat shalat shubuh. Waktu sholat shubuh pun datang maka kami shalat berjama’ah dan saya ditunjuk sebagi Imam waktu itu, eh taunya saking ngantuk n capenya bacaannya gak karuan ag ngelantur komentar temen-temnen. Emang sih say uga ngerasain, khususnya waktu Tahiyah (Tasyahud) akhir teu tamat-tamat, wah lier pokokna mah.

Setelah itu kami cari PW (Posisi Wenak) buat tidur. Hanya dengan modal tenda yang di gelar (diampar) di lahan yang cukup luas (tengah jalan) tenda itu gak dipasang tapi hanya di pake tilam tidur dh kita disana. Gak kerasa waktu kami bangun udah banyak orang lewat kedekat kami, eh taunya dah siang. Setelah itu kami makan dan melanutkan petualangan untuk menghampiri curug yang ada di Cipanas yaitu Curug ... sesampainya di curug itu kami foto2 dan kawan2ku yang lain langsung buka baju langsung berenang lagi deh disana, tapi saya mah males jadinya gak ikut babasehan deh. Setelah beberapa menit disanaka kami lanjutkan petualangan kami ke tujuan berikutnya yaitu mendaki Gunung Galunggung sampai kawah (tempat teratas di Gunung Galunggung).

Perjalanan yang mengesankan dan banyak kenangan, disela-sela kelelahan kami sebagaimana biasa kita sambil foto2. untuk menghilangkan kelelahan ditengah petualangan kami selipkan canda tawa, wah pokoknya seru banget deh.

Ditengah peralanan kami istirahat, eh kebetulan ada tiga wanita yang uga sama-sama alan kaki menuju kawah, akhirnya kita pun kenalan dan bareng ke Kawahnya. Tidak lama kemudian turunlah huan cukup deras sehingga menuntut kami untuk beristirahat di warung yang berada di dekat tangga menuu kawah. Ya itung-itung ilangin kelelahan kami ngobroil-ngobrol sambil bercanda tawa, dan akhirnya hujan pun reda dan kamipun melanjutkan peralanannya berjalan melalui tangga yang berumlah kurang lebih 620 tangga. Wah pegalnya minta ampun pokoknya.

Semua rasa cape, lelah, pegal dapat tergantikan ketika sampai di tuuan (kawah), tentunya kami gak ngelupain foto2 dan melihat2 pemandangan yang subhanallah indah banget.

Setelah cukup lama-lama maka kamipun segera pulang. Panang cerita sampai dirumah saya, malam kedua itu gak terasa karena dipakai tidur full. Keesokan harinya kami bersilaturrahmi ke daerah Ciawi Kab. Tasikmalaya ke rumah salahsatu teman kami Iqbal Sabaruddin. Perjalanan malam melewati hutan belantara, kembali mengingatkan perjalanan ke Gunung Galunggung karena kami ke malaman gak ada angkot adi mesti jalan kaki lagi deh, lewat hutan yang cukup angker katanya.

Akhirnya sampai juga di rumah ikbal. Keesokan harinya kita berenjoy2 ria, dari mulai mancing di kolamnya Ikbal kemudian ngala Dawegan. Dan setelah semua itu dilewati, sekitar ba’da dhuhur kami pun kembali ke Bandung. Alhamdulillah akhirnya segala rencana telah tercapai sesuai yang direncanakan walaupun mesti dengan bolos kuliah satu hari. Ya, itu konsekuensinya.

Hidup KUMANG....... Hidup KUMANG.............

Kenangan yang tidak akan ku lupakan dalam hidup ini, adalah ketika bertemu dan menjalin persahabatan dengan orang2 yang sebaik anda...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar