Rabu, 22 April 2009

Menjadi Fasilitator di Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) PPI 33 Purwakarta

Kesempatan kedua kalinya saya kembali menginjakkan kaki di Kab. Purwakarta, dan hawa panasnya masih datang menyelimuti badan ini. Kedatangan saya bersama teman2 Himpunan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (HIMA-HIMI Persis) Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menjadi Instruktur/ fasilitator dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan oleh Rijalul Ghad (RG) dan Ummahatul Ghad (UG) Pesantren Persatuan Islam 33 (PPI 33) Al-Manar Purwakarta.

Kegiatan ini terealisasi atas dasar ajakan salah satu sahabat saya, Iqbah Hamba Izzati (Ibang; panggilan akrabnya) yang meminta untuk mengisi kegiatan LDK tersebut di alamamaternya dulu. Jadi kedatangan kami sebelum menuju lokasi kegiatan (PPI 33 Al-Manar Purwakarta) kami sempat singgah dirumah Ibank. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Maret 2009 ini bagi saya memberi amanat yang cukup berat karena saya di tunjuk sebagai Master of Training (MoT) alias pupuhu rombongan.

Alhamdulillah bagi saya kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses, hal ini tentunya atas dasar ikhtiar yang telah dilakukan teamwork (HIMA-HIMI Persis Kom. UIN) dan do’a yang senantiasa kami panjatkan kepada rab yang maha kuasa Allah SWT.

Perjalanan yang cukup melelahkan bagi kami, tim yang berangkat pertama sebagai tim pendahulu. Kami berangkat dengan jumlah personil 6 orang (yaitu; saya, Wah-U, Ibang, Nday, Hana ‘n Siti). Hampir-hampir kami putus asa, tetapi alhamdulillah dengan motivasi yang tinggi saya mencoba meyakinkan teman-teman saya untuk kembali bersemangat. Pemberangkatan yang rencananya mau naik kreta api di Stasiun Kiara Condong, akhirnya tidak jadi karena keterlambatan kami datang di Stasiun. Kami terlambat sekitar 10 menit setelah kreta api yang kami tuju berangkat lebih cepat dari jadwal biasanya, sehingga kami pun sempat panik karena keterlambatan tersebut. Padahal kami sengaja dengan semangat di pagi itu kami berangkat dari Kampus UIN SGD bandung menuju Stasiun Kiara Condong sejak pukul 06 pagi. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, yaitu mentakdirkan kami terlambat dan akhirnya ketinggalan kreta.

Setelah tantangan yang Allah berikan bagi kami, cukup membingungkan kami juga yang akhirnya kita ke Purwakarta dengan naik Bus Primajas di Terminal Leuwi Panjang. Dari Kiara Condong kami melanjutkan perjalanan naik angkot menuju terminal Leuwi Panjang.

Selama perjalanan saya melihat kelelahan pada teman2, sehingga sepanjang perjalanan di bus semuanya tidur. Sesampai di Purwakarta kelelahan masih saya lihat di waah rekan2 saya, wajah yang kelihatannya tidak fresh ditambah dengan hawa panas Purwakarta yang membuat kami tidak nyaman. Tapi semua itu akhirnya dapat terobati setelah kegiatan di mulai sejak pukul 14.30 dan rekan2 kami pun yang datang menyusul (tim yang berangkat kedua; Ibal S, Salman, Bu Aini dam Bu Via) telah sampe di lokasi pembukaan. Genaplah sudah tim kami, seak itulah suasana kembali cair dan sedikit pencerahan saya melihat dari waah rekan2. setelah pembukaan kami melanjutkan bereefing para instruktur/fasilitator.

Seiring berjalannya waktu, acara demi acara beralan sesuai jadwal yang telah diagendakan. Acara ini terasa ringan dan tenang, kami lewati semuanya dengan rasa kegembiraan dan kesenangan. Dalam kegiatan LDK kali ini saya dfiamanati untuk menjadi fasilitator dalam menyampaikan materi tentang keorganisasian.

Sebagaimana biasa dalam kegiatan LDK, maka permainan panggung sandiwara pun dimulai, ada yang berperan sebagai malaikat yang selalu dekat dengan peserta dan menerima segala keluhan, ada juga yang berperan seorang yang garang yang kerjaannya hanya marah-marah dan inilah instruktur yang dibenci oleh para pesrta.

Kegiatan LDK kali ini diakhiri dengan kegiatan Out Bond, sebagai wahana akrabisasi dan evaluasi materi dalam bentu game, setelah janarinya diadakan renungan malam di Lapangan Purnawarman yang lokasinya tridak terlalu jauh dari pesantren.

Closing ceremony pun digelar tepat pada pukul 11.30 WIB, kami ingin segera beres karena takut ketinggalan lagi kreta api yang ke bandung yang jadwalnya pukul 13.00.

Akhirnya Alhamdulillah, naik juga kreta api. Pada awalnya saya melihat wajah kegembiraan pada waah rekan-rekan saya walaupun saya tau bahwa mereka lelah cape dan ngantuk, tapi wajah kegembiraan saya lihat karena banyak diantara kami yang belum pernah naik kreta api dan pada kesempatan itulah kesempatan pertama. Kreta berjalan walaupun dengan perlahan tapi pasti. Ketika jarak yang tidak jauh lagi menuju stasiun yang akan segera kami turun, suasana mendadak berubah menjadi tegang dan tidak terkendali karena banyaknya copet yang beraksi di depan kami dan bisingnya para pengamen dan pedagang, apalagi ketika peristia buruk menimpa teman saya, yaitu Wahyu. Dia sampai kena pukulan pencopet yangt tidak berhasil mencopetnya. Saya kira semua itu terjadi agar menjadi genaplah suasana perasaan kami yang dari awal rekan-rekan harus bersabar karena ketinggalan kreta api dan sewaktu kegiatan kegembiraan yang kami dapatkan, maka Allah mungkin menegur kita lewat ketegangan atau musibah yang menimpa wahyu. Tapi yang jelas semua ini berada dalam skenario Allah, dan semua ini tidak terlepas dari Ibrah yang mesti kita ambil.

Untuk mencairkan suasana ketegangan itu, maka saya mengaak rekan-rekan instruktur untuk ngBaso bareng n Gretongan alias ditraktir. Ternyata benar-benar kami merasakan perbedaan pada kegiatan kali ini dibanding kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kali ini suasana akrabisasi, kerja keras dan kerjasama sangat terasa sekali.

Setelah itu pulang deh ke habitatnya masing-masing, semoga segala pengorbanan dan perjuangan rekan-rekan dicatat oleh Allah SWT. Sebagai Amal Shaleh. Aamin!

Liburan pertama bareng sahabat2 KUMANG ke Gunung Galunggung

K

UMANG adalah salah satu komunitas mahasiswa yang mewadahi aktifitas yang positif dan bermanfaat. Adapun kepanjangannya yaitu Kumpulan Mahasiswa suka NGaji, NGrumpi, NGhitut, Ngjreng (NGmusik), NGopi n NGebanyol. Komunitas ini tercipta karena adanya lima orang mahasiswa anak Kos yang slslu NGumpul sambil Ngaji artinya suka manfaatin waktunya dengan hal yang bermanfaat ‘n bersifat kreatif. Adapun para founding fathernya (personilnya) : Iqbal Sabarudin (selaku Pupuhu Rombongan n diakui sebagai Kaka ke-3), ada Wah-U (diakui sebagai Kaka pertama alias cikal), saya sendiri- Irham (slaku Kaka ke-2), Iduy alias Asep Yudi Solehudin (selaku kaka ke-4) n satu lagi Ibang alias Iqbal Hamba Izzati (selaku ci’Busngsu). Komunitas ini dibentuk pada pertengahan bulan Februari 2009 di Kosannya Kaka pertama dan yang menjadi Kreatornya adalah saya sendiri.

Selain shalat wajib berjama’ah dan Ngaji ‘n Kajian setiap abis shubuh, program lain diantaranya juga Tadabur Alam (Camping, Mendaki Gunung). Kegiatan2 tersebut Insyallah akan dilakukan secara istiqomah dan kontinyu.

Tepatnya pada tanggal 07 – 10 Maret 2009 lalu KUMANG telah bertadabur alam ke Gunung Galunggung di Tasikmalaya. Tapi sayang dalam kegiatan ini sibungsu tidak dapat ikut karena mesti pulang ke habitatnya di Purwakarta, sehingga kami hanya berangkat berempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka refreshing dan mengisi waktu libur yang bisa dibilang cukup panjang untuk liburan.

Perjalanan yang cukup melelahkan tapi sangat mengesankan. Sejak start perjalanan dari Bandung (dari kosan) kita sudah niatin buat papalidan (naik turun mobil). Sampai di Tasik tepatnya dirumah saya sekitar am 21.30. Sesampainya disana kita persiapan termasuk ngisi perut dulu alias makan. Akhirnya petualangan menuju Gunung Galunggung pun di mulai, tepatnya kita berangkat dari Indihiang rumah saya am 00.20 dini hari dan beralan kaki sambil papalidan (megat-megat mobil yang lewat). Perjalanan itu kami jalani dengan enoy ‘n gak ada beban. Tiada ku sangka ternyata diantara kami ada orang yang penakut, dia takut sama suasana gelap. Hal ini tentunya menjadi bahan eekan dan ketawaan yang lain. Tapi hal itu usteru menjadi penyempurna kegembiraan kami dalam peralanan. Ditengah kelelahan dan kepegalan kaki kami yang telah berjalan cukup panjang sekian meter kami istirahat di salahsatu masid yang kami temui diperjalanan, waktu kami mau foto-foto eh taunya ada mobil yang lewat akhirnya foto2nya ditunda dulu dan langsung nyegat mobil yang lewat dan kita ikut deh. Senangnya hati kami waktu itu, kegembiraan itu kami lampiaskan dengan foto2 waktu di Mobil. Eh taunya Cuma bentar kita naik mobil ntu coz mobilnya gak ke Cipanans Gunung Galunggung, akhirnya kami harus turun dan berjalan kaki lagi deh. Setelah peralanan cukup auh, kami kembali megat mobil puso (truk besr) yang lewat dan kami naik lagi deh. Kenangan ini salahsatu yang tidak akan kami lupakan, karena kayaknya kalau tidak waktu itu kita gak akan pernah sengaja naik mobil pusa. Gimana biasanya di puso itu kita poto-poto. Eh ternyata mobil ntu uga gak nyampe cipanas, tapi ya lumayan dari poada lumanyun, he!

Akhirnya peralanan mesti kami lanjutkan dengan jalan kaki lagi deh, lumayan jaraknya udah ag deket. Panjang cerita akhirnya kita sampe juga deh di Cipanas Gunung Galunggung tepatnya pada am 03.30. alangkah girangnya kami waktu itu, apalagi setelah keletihan dan kelelahan menghampiri kami, di depan mata kami telah disediakan kolam renang yang airnya panas (Cipanas). Tidak lama setelah beberapa menit kami beristirahat kami pun langsung terjun deh meluncur ke kolam ntu. Subhanallah wal hamdulillah deh pokoke.

Seneng banget, setelah kurang lebih setengah am kita berenang, kami siap-siao buat shalat shubuh. Waktu sholat shubuh pun datang maka kami shalat berjama’ah dan saya ditunjuk sebagi Imam waktu itu, eh taunya saking ngantuk n capenya bacaannya gak karuan ag ngelantur komentar temen-temnen. Emang sih say uga ngerasain, khususnya waktu Tahiyah (Tasyahud) akhir teu tamat-tamat, wah lier pokokna mah.

Setelah itu kami cari PW (Posisi Wenak) buat tidur. Hanya dengan modal tenda yang di gelar (diampar) di lahan yang cukup luas (tengah jalan) tenda itu gak dipasang tapi hanya di pake tilam tidur dh kita disana. Gak kerasa waktu kami bangun udah banyak orang lewat kedekat kami, eh taunya dah siang. Setelah itu kami makan dan melanutkan petualangan untuk menghampiri curug yang ada di Cipanas yaitu Curug ... sesampainya di curug itu kami foto2 dan kawan2ku yang lain langsung buka baju langsung berenang lagi deh disana, tapi saya mah males jadinya gak ikut babasehan deh. Setelah beberapa menit disanaka kami lanjutkan petualangan kami ke tujuan berikutnya yaitu mendaki Gunung Galunggung sampai kawah (tempat teratas di Gunung Galunggung).

Perjalanan yang mengesankan dan banyak kenangan, disela-sela kelelahan kami sebagaimana biasa kita sambil foto2. untuk menghilangkan kelelahan ditengah petualangan kami selipkan canda tawa, wah pokoknya seru banget deh.

Ditengah peralanan kami istirahat, eh kebetulan ada tiga wanita yang uga sama-sama alan kaki menuju kawah, akhirnya kita pun kenalan dan bareng ke Kawahnya. Tidak lama kemudian turunlah huan cukup deras sehingga menuntut kami untuk beristirahat di warung yang berada di dekat tangga menuu kawah. Ya itung-itung ilangin kelelahan kami ngobroil-ngobrol sambil bercanda tawa, dan akhirnya hujan pun reda dan kamipun melanjutkan peralanannya berjalan melalui tangga yang berumlah kurang lebih 620 tangga. Wah pegalnya minta ampun pokoknya.

Semua rasa cape, lelah, pegal dapat tergantikan ketika sampai di tuuan (kawah), tentunya kami gak ngelupain foto2 dan melihat2 pemandangan yang subhanallah indah banget.

Setelah cukup lama-lama maka kamipun segera pulang. Panang cerita sampai dirumah saya, malam kedua itu gak terasa karena dipakai tidur full. Keesokan harinya kami bersilaturrahmi ke daerah Ciawi Kab. Tasikmalaya ke rumah salahsatu teman kami Iqbal Sabaruddin. Perjalanan malam melewati hutan belantara, kembali mengingatkan perjalanan ke Gunung Galunggung karena kami ke malaman gak ada angkot adi mesti jalan kaki lagi deh, lewat hutan yang cukup angker katanya.

Akhirnya sampai juga di rumah ikbal. Keesokan harinya kita berenjoy2 ria, dari mulai mancing di kolamnya Ikbal kemudian ngala Dawegan. Dan setelah semua itu dilewati, sekitar ba’da dhuhur kami pun kembali ke Bandung. Alhamdulillah akhirnya segala rencana telah tercapai sesuai yang direncanakan walaupun mesti dengan bolos kuliah satu hari. Ya, itu konsekuensinya.

Hidup KUMANG....... Hidup KUMANG.............

Kenangan yang tidak akan ku lupakan dalam hidup ini, adalah ketika bertemu dan menjalin persahabatan dengan orang2 yang sebaik anda...

Seminar RELIGIPSIKONEUIMUNIOLIGI PK. HIMA-HIMI Persis Kom. UIN SGD Bandung

Sukseskan HIMA Persis menuju Aula UIN SGD Bandung. Jargon tersebutlah yang dikumandangkan oleh rekan-rekan HIMA Persis Komisariat UIN SGD Bandung periode 2008 – 2009 diawal masa jabatannya. Karena syi’ar HIMA Persis akan terlihat dan berkibar di Kampus UIN SGD Bandung (salahsatunya) apabila telah behasil mengadakan kegiatan di Aula kampus. Akhirnya jargon itu bisa tercapai juga hampir diakhir periode kami, ya walaupn tidak di Aula kampus, baru mampu sebatas di Aula Stundent Centre (aula ke-2 di kampus UIN). Selain kebanggaan bisa nyelenggarain kegiatan di Aula SC, ternyata keoptimisan kami berbuah dengan cukup banyaknya respon masyarakat kampus terhadap kegiatan yang HIMA-HIMI Persis Komisariat UIN adakan, hal ini bisa terlihat dari jumlah peserta yang hadir mengikuti kegiatan tersebut cukup banyak dan bukan hanya para mahasiswa dan mahasiswi UIN, tapi dari kampus yang lain juga ikut hadir bahkan yang mengejutkan yaitu datangnya salahsatu dosen Psikologi dan adanya juga masyarakat umum di sekitar kampus UIN (Ibu-ibu).

Suksenya kegiatan seminar Religipsikoneuimunioligi ini, di ketua (OC) oleh Ikbal Sabarudin. Kegiatan ini tentunya tidak lepas dari kerjasama rekan-rekan HIMA-HIMI Persis yang semakin hari-semakin meningkat daya kerja timnya, semakin kompak dan semakin menuju profesional dalam penyelenggaraan kegiatan (Event Organizer –EO-)

Menghadiri Musyawarah Daerah (Musyda) III PD. IPM Purwakarta

Mengawali bulan maret 2009 saya kembali ditugaskan turun ke daerah, pada kesempatan itu saya bersama ketua umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW. IPM) Jawa Barat menginjakkan kaki di Kab. Purwakarta untuk menghadiri Musyawarah Daerah ke III Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD. IPM Purwakarta) yang dilaksanakan tepat pada tanggal 01 Maret 2009 yang bertempat di Gedung Dakwah Purwakarta.

Bagi saya waktu itu adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di Kab. Purwakarta. Suasana gersang menyelimuti tubuh ini sehingga keringat bercucuran tiada henti. Hawa panas yang kami rasakan membawa kami ngantuk, sehingga disela-sela kegiatan persidangan kami sempat memisahkan diri di lantai 1 untuk tidur di kursi tamu. Walau bagaimanapun bagi saya tetap ini adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan dan kembali menambah pengetahuan.

Selamat ‘n sukses buat kawan-kawan PD. IPM Purwakarta yang telah menyelenggarakan Musyda ke-III, mudah-mudahan melahirkan pemimpin-pemimpin yang lebih tangguh.